Menjelang pertengahan abad keenam belas, ketika keshogunan Ashikaga ambruk, Jepang menyerupai medan pertempuran raksasa. Panglima-panglima perang saling memperebutkan kekuasaan. Tapi kemudian muncul tiga sosok besar yang bersinar seperti meteor yang melintasi malam.
Ketiga laki-laki itu sama-sama bercita-cita untuk menguasai dan mempersatukan Jepang namun sifat mereka berbeda satu sama lain. Nobunaga, yang mempelopori penyatuan jepang memiliki watak gegabah, tegas dan brutal. Hideyoshi yang awalnya adalah kepercayaan Nobunaga, berwatak sederhana, halus, cerdik dan menyeluruh. Sedangkan Ieyasu lebih senang menunggu karena pembawaannya sabar, tenang dan penuh perhitungan.

Falsafah-falsafah mereka yang berlainan itu sejak dulu diabadikan oleh orang Jepang dalam sebuah sajak yang diketahui oleh setiap anak sekolah :
Bagaimana jika seekor burung tidak mau berkicau?
- Nobunaga menjawab, “Bunuh Saja!”
- Hideyoshi menjawab, “Buat burung itu ingin berkicau.”
- Ieyasu menjawab, “Tunggu”
Ayo anda akan menjawab apa jika diberi pertanyaan yang sama?
(dari novel TAIKO, Eiji Yoshikawa)


#1 by Asop on 24 September 2011 - 8:00 am
Orang jaman dulu memang bijak-bijak.
Saya kalo diberi pertanyaan begitu, saya akan jawab:
#2 by Blogger Banua Menuju Blogger Nusantara 2011 on 25 September 2011 - 4:03 am
Lebih Baik Di Lepaskan Saja
#3 by nuraeni on 28 September 2011 - 3:06 pm
kalau aku sich Insyaallah akan menjawab :
“lebih baik di terbangkan ke alam bebas saja”…
#4 by Rumah on 28 September 2011 - 4:10 pm
Lebih Baik di ajarkan untuk berkicau …
#5 by Game Compressed on 14 October 2011 - 10:47 pm
Tidur aja ………..
#6 by Kontraktor on 19 October 2011 - 4:53 pm
memang orang dulu tuh lebih baik2 dari orang yg sekarang
#7 by Dokter Anak on 26 October 2011 - 1:21 pm
salam kenal..skses slalu
#8 by Dokter Anak on 26 October 2011 - 1:58 pm
haiii…sukses yaaa
#9 by Di Jual Rumah on 19 December 2011 - 5:31 pm
nice post
salam kenal yah
#10 by Rachmat on 30 December 2011 - 11:48 pm
kalo saya menjawab
“biarkan saja, karena berkicau adalah hak dia.”
#11 by Ariko (&) Sofia on 2 February 2012 - 9:38 pm
Kereeeen ! Awesome Philosophy dalam sebuah kisah patriotik, pasti seru ya membaca Novel ini
“Membunuhnya sama sekali bukan jalan keluar. Tunggu dan fikirkan sesuatu… karena pasti ada cara untuk membuatnya berkicau”
Hal sama ( Tegas dengan cara yang Halus dan Cerdik dibarengi dengan Kesabaran dan Penuh Perhitungan ) bila diterapkan oleh ‘Pendekar Hukum’ disini ( di Indonesia ) sepertinya akan cukup berhasil untuk membuat para “Pembajak Bangsa” ini berkicau membongkar boroknya sendiri juga borok sekutu-sekutunya he he
Salam Kenal
Happy Blogging & Keep Sharing
#12 by Dery on 5 February 2012 - 12:32 am
kalau saya, lebih membiarkan burung itu yang memilih pilihan hidupnya..
salam kenal, lama ga jumpa mas.. soalnya saya dari dulu jarang ngeblog nih.. hehe..